Marmut adalah sejenis hewan ternak yang banyak ditemui dimasyarakat pedesaan, keberadaan jenis ternak ini kurang mendapat perhatian yang serius dari tehnik pemeliharaan maupun manfaat dari hasil produksi terutama daging, dilihat dari sisi kebutuhan protein hewani konsumsi daging marmut ini merupakan salah satu alternatif untuk mencukupi kebutuhan protein hewani yang murah dan enak disamping gizi dan nutrisi yang tidak kalah dengan jenis daging yang lain sehingga jenis ternak yang satu ini butuh diperhatikan untuk mensuplai kebutuhan gizi dan meningkatkan kesehteraan peternak.
Sebagian masyarakat yang memelihara
marmut kurang memperhatikan tehnik pemeliharaan karena nilai jual yang
cukup rendah dan minat masyarakat mengkonsumsi daging marmut ini juga
sangat jarang, kebanyakan masyarakat dalam memelihara marmut hanya
sekedar sebagai hewan kesayangan untuk jenis marmut lokal dengan tehnik
pemeliharaan yang kurang memperhatikan dari berbagai sisi kelayakan dari
sistem perkandangan, kebersihan, perawatan, serta kebutuhan gizi ternak
ini, rata-rata mereka melihara sebagai binatang pembersih kandang sapi
maupun kambing dimana kebutuhan pakan mereka hanya mengandalkan sisa
makanan ternak besar yang tercecer sehingga resiko kematian cukup tinggi
karena bisa terinjak ternak yang lebih besar dan tidak aman dari
serangan predator seperti tikus, kucing dan anjing.
Sementara
itu tehnik pemeliharaan untuk jenis marmut hias cukup mendapatkan
perhatian yang serius karena hewan ini dijadikan sebagai hewan
kesayangan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi, untuk jenis marmut
yang memiliki bentuk bulu yang sama dengan jenis marmut lokal akan
tetapi memiliki tubuh yang lebih besar hampir 1,5 besarnya dari marmut
lokal dijual seharga Rp. 25.000/ekor, perbandingan yang cukup nampak
dibanding dengan marmut lokal yang rata-rata jual seharga Rp. 7.0000
sampai Rp. 10.000/ekor. kedua jenis marmut ini memilik tehnik
pemeliharaan yang sama dikalangan peternak, hanya saja untuk marmut
besar lebih banyak diperjual belikan karena memiliki keunikan dengan
ukuran tubuh yang lebih besar dan harga yang cukup mahal sehingga harus
berpikir beberapa kali untuk memanfaatkan sebagai bahan makanan.
Sebagai jenis ternak yang menghasilkan daging nampaknya beternak marmut perlu dikembangkan sebagai alternatif baru untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga
dan meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan yang memiliki sumber
daya alam yang cukup untuk menunjang pengembangan peternakan marmut ini,
serta dibutuhkan peran serta berbagai pihak untuk mempromosikan produk
olahan daging marmut ini.
Dari
cita rasa daging marmut ini memiliki rasa yang khas dengan tehnik
pengolahan yang benar, tekstur daging yang empuk cocok untuk berbagai
jenis masakan olahan daging maupun lauk untuk digoreng, panggang,
ataupun masakan kuah yang bisa dipadukan dengan berbagai jenis masakan
daerah seperti sate, soto, bakso, rendang, dendeng, abon, serta jenis
makanan olahan dengan bahan baku daging marmut.
Bagi
Anda yang tertarik untuk mengembangkan peternakan marmut perlu
memperhatikan beberapa hal terkait masalah tehnis pemeliharaan karena
hewan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan tehnis pemeliharaan
kelinci dari pola hidup, makanan, serta konstruksi kandang yang ideal untuk memudahkan pemeliharaan dan perawatan.
Sejarah Perkembangan Marmut dan Populasinya di Indonesia
Hewan ini sudah cukup lama
dikenal dimasyarakat sebagai hewan yang jinak dan mudah dipelihara serta
mudah beradaptasi dengan kondisi cuaca dan tempat,
sehingga hewan ini mudah Anda jumpai hampir disetiap daerah dataran
rendah maupun dataran tinggi mulai dari pantai hingga pegunungan,
asal-usul serta bagaimana hewan ini berkembang sampai saat ini saya
belum menemukan literatur yang menjelaskan sejarah perkembangan serta habitat asli binatang ini, hanya saja sedikit informasi yang kami terima hewan ini diduga berasal dari pegunungan Andes (Peru).
Jenis hewan pemakan rumput ini nampaknya tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari serangan predator
yang selalu mengintai karena kemampuan larinya cukup lambat serta
sering bergerombol yang menyebabkan hewan ini mudah ditangkap dengan
tangan manusia maupun binatang buas, salah satu kemampuan untuk
mempertahankan diri dari serangan hewan yang lain, marmut ini suka
bersembunyi dilobang maupun dibawah bebatuan.
Populasi binatang ini termasuk cepat dengan rata-rata jumlah anak mencapai 2-5 ekor dengan masa kehamilan yang tidak lama.
MD alternatif coy
BalasHapusartikelnya keren nih...
BalasHapussalam kenal dari alfian.. saya punya blog artikel dan jual marmut hias.. cek www.marmutsayafarm.blogspot.com / www.marmutsaya.blogspot.com
klo untuk marmut pedaging jual bibitnya gak gan?
Hapusklo untuk marmut pedaging jual bibitnya gak gan?
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspunya alamat peternak marmut skala besar gak?
BalasHapusGan minta info bibit marmut hias di magelang bisa dibeli dimana ya?
BalasHapussiapa bilang dengan modal kecil tidak bisa menang banyak?
BalasHapusDengan modal Rp20.000,
Anda bisa menang "Puluhan Juta" !!!
Hanya di Sinidomino. com
Untuk info lebih lanjut, Hubungi :
-Pacn BBM : D61E3506 (24 jam Online )
dewa poker